syukurilah maka tuhan akan tersenyum

Selamat membaca sesuatu yang mungkin bisa bermakna atau bahkan mungkin sangat tidak berarti apapun.. tapi cobalah menikmati tulisan ini karena menikmati adalah salah satu bentuk rasa syukur pada maha pencipta yang telah memberikan saya dua tangan normal untuk menulis dan sedikit berbagi. maka coba nikmatilah atau tinggalkan dengan senyum.

Sunday, April 29, 2012

Dia yang kini

Dia sama seperti dulu, hanya berbeda bagi saya yg di saat ini.. saat ini, bukan yang minggu lalu, bulan lalu, atau enam tahun lalu ketika kita baru saling tersenyum untuk yang pertama kali.


Ia begitu menakjubkannya dulu, menjadikan namanya selalu ada dalam doa, juga dalam semua tindakan saya. terlalu naif memang, sehingga semuanya seolah-olah hanya dirasa oleh salah satu tangan saja, dan begitu juga kenapa tepuk tangan itu tidak terdengar, karena hanya sebelah yang bertepuk.


Buku2 yang untuknya masih terbungkus plastik di lemari kamar, seperti itu juga barang2 lainnya. biarkan semuanya menjadi kenangan dan cerita untuk anak2 saya kelak. ya, anak2 dari ia ataupun wanita lainnya.

Mungkin skrg saatnya untuk bergerak maju, ia sudah menjadi langit bagi saya si bumi, sudah menjadi minyak bagi saya si air, dan mungkin menjadi dewi bagi saya si manusia yang selama ini hanya bisa meng-IBA.

Terimakasih untuk kamu, mulai saat ini saya tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperjuangkan, dan yang terpenting adalah APA YANG HARUS DILUPAKAN.

Sekali lagi, terimaksih..


Tuesday, March 20, 2012

Inilah Indonesia

sederhana, dari tontonan TV di malam menjelang larut ini, di atas kasur serta ditemani sebuah laptop baru yang masih semangat2nya untuk menyajikan kemampuan maksimalnya dalam bersurfing ria di dunia maya.

dari sekian banyak saluran TV yang ada serta puluhan tab yang saya buka, hanya dua yang menarik dan menjadikan mulut lebih sering tersenyum sinis dan dahi yang makin mengkerut tipis.

yang pertama adalah acara indonesia lawyer club di salah satu TV swasta yang akan selalu "berkepentingan" dengan pemerintah (entah untuk menjatuhkan atau memojokkan), serta sebuah link berupa cerita panjang tentang persesengkolan antara JFK-INDONESIA-FREEPORT-CIA dari sebuah milis kampus.

dua2nya sama2 mencengangkan.. menjelaskan kondisi2 pemimpin2 indonesia dari jaman dahulu kala hingga jaman sekarang yang banyak mengundang "KALA"

KEBOHONGAN, KETAMAKAN, KETIDAKPUASAN, memang ciri2 utama pemimpin bangsa kita. Saya hanya ingin, sang jujur, sang rendah hati dan sang-sang positif lainnya mau menemani bangsa ini untuk berubah menjadi lebih baik.

Friday, February 24, 2012

ketika dari ujung kaki hingga kepala, semuanya adalah MALING .. maka itulah INDONESIA

Ya, agak kasar memang, tp sebutan "maling" disini lebih saya artikan sebagai suatu tindakan yang disengaja untuk mengambil sesuatu yang bukan HAK-nya. apapun itu bentuknya dan juga dalam skala apapun. dari mulai skala sandal atau sepatu yang hanya mungkin terjadi di tiap hari jumat, hingga skala dengan nilai milyaran yang berlangsung terus menerus tanpa punya rasa puas.

Jika bangsa ini ingin berubah, hanya ini jalan keluarnya. menghabisi semua jenis "maling" yang ada, jika perlu di dalam satu generasi. pemutusan satu generasi yang dilakukan di beberapa departemen merupakan langkah awal yang dilakukan untuk menghilangkan mata rantai generasi maling tersebut. tapi itu tidak cukup, si maling2 ini sudah ada dimana2 dan sudah menyebar dengan gayanya masing2.

Contoh kecil dari kehidupan saya saja, dalam waktu beberapa bulan terakhir, saya sudah berurusan secara langsung dengan maling2 tersebut, walau skalanya masih kecil. yang pertama pada saat saya bekerja di lapangan, disana saya bekerja dengan para driver seatruck yang melayani perusahaan kami untuk melakukan survei, dan driver seatruck disana memang sudah terkenal dengan istilah "kencing" solar-nya. dan ini sudah berlangsung lama dan secara tidak langsung mengganggu produksi kami.

Yang kedua adalah dengan asisten rumah tangga saya, beberapa sepatu saya hilang pada saat sedang di lapangan. but it's not a big deal.. ini hanya urusan sepatu ratusan ribu dan solar yang mungkin tidak seberapa harga dan jumlahnya.

Yang berbahaya adalah para maling2 yang kebetulan sedang berada di puncak kepemimpinan, selain merugikan negara dengan tindakan2 malingnya itu, ia juga akan secara otomatis melakukan pembenaran terhadap apa yang sudah dilakukannya terhadap para anak buahnya. satu pemimpin akan dicontoh oleh ratusan anak buah, dan secara otomatis akan meracuni ke-halal-an rejeki ratusan bahkan ribuan orang. dan itu yang menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang TIDAK BERKAH.

Bayangkan jika sebagaian besar anak-anak mudanya memakan makanan yang entah berasal dari mana, maka jangan heran jika di jalan2 bertebaran miras dan seks bebas. inilah suber dari segala kehancuran bumi indonesia ini. sifat MALINGnya.

Dan saya yakin bahwa semuanya dimulai dari "kepala" atau pemimpin. untuk informasi, proses pembusukan ikan akan dimulai dari kepalanya, dan itu sama dengan bangsa ini, jika tidak ingin terus membusuk, maka sebisa mungkin memiliki kepala2 yang tidak busuk. bahkan harus paling segar.

tp insyallah masih ada harapan besar untuk bangsa ini kedepannya. saya terus tersenyum dan optimis jika membaca artikel2 dahlan iskan, seorang pemimpin yang "segar" untuk saat ini. semoga akan banyak dahlan iskan yang lainnya yang akan berbuat lebih utnuk bangsa ini.

Saturday, January 21, 2012

Filosofi (kerja) KOPI

Inilah kerja, jika saya mengutip isi cerpen dewi lestari yang berjudul FILOSOFI KOPI, maka kerja adalah sebuah proses yang benar-benar bersifat seperti kopi. Kopi adalah kopi, dan bukan air tebu, semanis-manisnya ia dibuat dan dirasakan, rasa pahit tetap akan terasa.

Dan jika saya boleh menambahkan, sifat kopi yang lain adalah, ia bisa dibuat sepahit-pahitnya atau semanis-manisnya dan pilihan itu benar-benar diserahkan pada sang pembuat kopinya itu sendiri. tapi satu yang harus diingat, sepahit apapun atau semanis apapun kopi tersebut, jika sudah merupakan pesanan dari sang peminum kopi, maka akan menghasilkan sebuah kepuasan di tetes terakhir dari kopi pahit atau manis tersebut.

dan saya berharap, akan bisa selalu merasakan manisnya kerja di tempat ini, biarpun sesuai filosofi kopi yang pertama tadi, akan tetap ada rasa pahitnya walau hanya secuil.

ya, rasa pahit selalu ada. ayah saya pernah bilang. "kamu dirumah aja sering dimarahin sama orang tua sendiri, apalagi nanti di tempat kerja, yang jelas2 itu adalah orang lain". jadi sikap "nrimo" apa adanya merupakan sikap yang perlu dipupuk dan menjadi bentuk rasa syukur terhadap apa saja yang sudah tuhan berikan pada kita.

Sunday, December 11, 2011

"Terlalu Banyak"

inilah cobaan kehidupan

sekilas nikmat tetapi ada hikmat yg selalu tersirat..

kadang ia lewat begitu saja tanpa ada penyesalan, tapi kadang juga menghampiri lalu membuat penyesalan..

hakikat dasar manusia, untuk selalu meminta yang terlihat baik bagi dirinya sendiri walau belum tentu baik menurut tuhan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

tapi apa yang lantas kita lakukan, tetap memaksakan padanya untuk meminta yang "ITU-ITU" saja..

ya, tak lain pasti itu. kita sadar setelah yang saya bilang penyesalan itu datang.

tp itulah manusia, TERLALU BANYAK MAUNYA!!

Thursday, November 24, 2011

sebuah fase kehidupan yang baru, fase "BERBAGI"

ya, inilah hidup..

hanya tuhan yang tahu, esok bagaimana dan lusa menjadi apa..

tugas kita hanya berdoa dan menjalani esok dan lusa dengan sebaik-baiknya..

lalu, kau mau jadikan apa masa lalumu.. jadikanlah sebagai tempat untuk belajar bagaimana menentukan masa depan, dan belajar agar mendapatkan apa yang sesuai dengan yang diharapkan.

kita berhak berharap, tapi tidak memilih.. itu bagi saya, terserah dengan anda..

Dalam kamus saya, hidup bagaikan air yang mengalir, air tidak pernah memilih untuk menjadi asin, payau bahkan tawar. tetapi dimanapun air itu berada, dan apapun rasanya, air akan tetap menjadi sumber kehidupan bagi siapapun. bagi saya itulah memang hakikat diciptakannya manusia.

manusia akan menjadi manusia yang sebenarnya pada saat dia sudah dapat bermanfaat bagi orang lain dan mahluk hidup di sekitarnya.

saat ini, tuhan sudah memasukkan saya dalam fase kehidupan yang baru. setelah kemaren tuhan karuniakan saya dengan sebuah fase bernama pendidikan, semenjak SD, SMP, SMA, dan KULIAH. sekarang tuhan tunjukkan pada saya sebuah fase kehidupan yang lebih menawarkan dan memfasilitasi saya untuk dapat menjadi manusia yang sesuai dengan hakikatnya.

saya sebut ini sebagai fase "BERBAGI". di fase ini saya memiliki semua fasilitas untuk itu. dari ilmu, uang hasil keringat sendiri, sedikit pengalaman, dll. skrg saya merasa, tinggal bagaimana kita mau mencoba untuk berbuat nyata tentang "bermanfaat bagi orang lain" tersebut.

tidak mudah, itu pasti.

tetapi, keharusan untuk dicoba jauh lebih pasti.

semoga fase "BERBAGI" ini dapat saya jalani dengan seikhlas mungkin dan seadil mungkin.




Friday, September 09, 2011

pada saat yang teratur itu menjadi sebuah ketakutan

judul blog ini dikarenakan akhir2 ini, pekerjaan saya mengharuskan saya berhubungan dengan sebuah perusahaan asing asal amerika yang memang terkenal akan SOPnya yang selalu dijalankan dan tanpa boleh dilanggar sama sekali.

perusahaan ini merupakan perusahaan incaran mahasiswa2 dari universitas tempat saya berasal, karena memang perusahaan ini menawarkan gaji diatas rata2 bayaran anak fresh graduate yang baru lulus. kantor saya dan kantor perusahaan ini hanya berjarak sekitar 50 meter, pada saat makan siang, karyawan lokal dari perusahaan itu hampir dipastikan akan berkunjung ke kantin yang berada di belakang kantor saya. selain perusahaan mereka dan saya, terdapat juga beberapa perusahaan lain yang ikut bergabung untuk makan siang bersama di kantin tersebut. dan kita membagi 2 tipe pegawai yang sedang makan di kantin itu, yg pertama adalah pegawai perusahaan asal amerika yang kita sebut sebagai perusahaan CXXX dan sisanya adalah pegawai CXXX "wannabe".. karena memang, profesionalitas mereka benar2 dinomor satukan, sehingga perusahaan pun tidak akan rugi untuk menggaji tinggi pegawainya asalkan bekerja sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. tidak seperti kita yang masih terlalu banyak toleransi yang diberikan.

banyak peraturan2 yang baru saya lihat di permukaannya saja tapi bagi saya sudah sangat luar biasa dan jarang ada di perusahaan2 lokal di indonesia. dari mulai peraturan ttg keamaan, ttg cublicle2 yang tak membedakan mana bos dan anak buah, atau peraturan2 ttg tamu tak boleh langsung berkunjung ke atas, sang pegawai yang dituju oleh sang tamu harus rela turun ke bawah untuk menjemput sang tamu agar tahu benar tidaknya mereka akan bertemu siapa dan tentang apa..

tp setelah melihat itu semua dan merasakannya sendiri, keteraturan itu menjadi tampak menakutkan bagi saya. mungkin memang mental saya yang terlalu lokal, atau karena terlalu skeptis terhadap tempat perusahaan itu berasal.

suatu saat nanti, saya berharap ada perusahaan lokal tetapi dengan gaya bekerja seperti perusahaan internasional. sehingga profesionalitas dapat disandingkan dengan moralistas, agar semuanya dapat berjalan dengan seimbang. jika perusahaan2 indonesia sudah dapat menjadi seprofesional itu, maka untuk hasil bumi kita yang berlimpah ruah ini, tidak perlu kita sumbangkan pada negara lain untuk mereka kelola, karena mungkin pada saat itu, kita sudah mampu untuk memanfaatkan dan menikmati hasil bumi kita sendiri.

menjadi sukses atau gagal

Sedikit pelajaran dari emha ainun nadjib, tentang siapa orang yang dianggap sukses dan siapa pula orang yang dianggap gagal.. terkesan sederhana memang, tp saya meng"amin"i kriteria dibawah ini.. karena jauh lebih banyak orang yang gagal pada saat dia dihadapkan bukan pada kemiskinan melainkan pada sebuah kekayaan.

Orang Sukses dan Orang Gagal

Ditulis oleh: Emha Ainun Nadjib

Orang sukses itu tidak identik dengan orang kaya dan orang gagal itu tidak identik dengan miskin. Menang kalahnya seseorang, atau sukses gagalnya seseorang, tidak ditentukan oleh apakah ia kaya atau ia miskin, melainkan oleh kekalahan atau kemenangan mental orang itu terhadap kekayaan atau kemiskinan.

sumber :
http://www.caknun.com/2010/11/orang-sukses-dan-orang-gagal/