Ya, agak kasar memang, tp sebutan "maling" disini lebih saya artikan sebagai suatu tindakan yang disengaja untuk mengambil sesuatu yang bukan HAK-nya. apapun itu bentuknya dan juga dalam skala apapun. dari mulai skala sandal atau sepatu yang hanya mungkin terjadi di tiap hari jumat, hingga skala dengan nilai milyaran yang berlangsung terus menerus tanpa punya rasa puas.
Jika bangsa ini ingin berubah, hanya ini jalan keluarnya. menghabisi semua jenis "maling" yang ada, jika perlu di dalam satu generasi. pemutusan satu generasi yang dilakukan di beberapa departemen merupakan langkah awal yang dilakukan untuk menghilangkan mata rantai generasi maling tersebut. tapi itu tidak cukup, si maling2 ini sudah ada dimana2 dan sudah menyebar dengan gayanya masing2.
Contoh kecil dari kehidupan saya saja, dalam waktu beberapa bulan terakhir, saya sudah berurusan secara langsung dengan maling2 tersebut, walau skalanya masih kecil. yang pertama pada saat saya bekerja di lapangan, disana saya bekerja dengan para driver seatruck yang melayani perusahaan kami untuk melakukan survei, dan driver seatruck disana memang sudah terkenal dengan istilah "kencing" solar-nya. dan ini sudah berlangsung lama dan secara tidak langsung mengganggu produksi kami.
Yang kedua adalah dengan asisten rumah tangga saya, beberapa sepatu saya hilang pada saat sedang di lapangan. but it's not a big deal.. ini hanya urusan sepatu ratusan ribu dan solar yang mungkin tidak seberapa harga dan jumlahnya.
Yang berbahaya adalah para maling2 yang kebetulan sedang berada di puncak kepemimpinan, selain merugikan negara dengan tindakan2 malingnya itu, ia juga akan secara otomatis melakukan pembenaran terhadap apa yang sudah dilakukannya terhadap para anak buahnya. satu pemimpin akan dicontoh oleh ratusan anak buah, dan secara otomatis akan meracuni ke-halal-an rejeki ratusan bahkan ribuan orang. dan itu yang menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang TIDAK BERKAH.
Bayangkan jika sebagaian besar anak-anak mudanya memakan makanan yang entah berasal dari mana, maka jangan heran jika di jalan2 bertebaran miras dan seks bebas. inilah suber dari segala kehancuran bumi indonesia ini. sifat MALINGnya.
Dan saya yakin bahwa semuanya dimulai dari "kepala" atau pemimpin. untuk informasi, proses pembusukan ikan akan dimulai dari kepalanya, dan itu sama dengan bangsa ini, jika tidak ingin terus membusuk, maka sebisa mungkin memiliki kepala2 yang tidak busuk. bahkan harus paling segar.
tp insyallah masih ada harapan besar untuk bangsa ini kedepannya. saya terus tersenyum dan optimis jika membaca artikel2 dahlan iskan, seorang pemimpin yang "segar" untuk saat ini. semoga akan banyak dahlan iskan yang lainnya yang akan berbuat lebih utnuk bangsa ini.